Kamis, 13 Januari 2011

Ekologi Industri Kelapa Sawit


Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan/industri berupa pohon batang lurus dari famili Palmae. Tanaman tropis ini dikenal sebagai penghasil minyak sayur yang berasal dari Amerika. Brazil dipercaya sebagai tempat di mana pertama kali kelapa sawit tumbuh. Dari tempat asalnya, tanaman ini menyebar ke Afrika, Amerika Equatorial, Asia Tenggara, dan Pasifik Selatan. Benih kelapa sawit pertama kali yang ditanam di Indonesia pada tahun 1984 berasal dari Mauritius, Afrika. Perkebunan kelapa sawit pertama dibangun di Tanahitam, Hulu Sumatera Utara oleh Schadt (Jerman) pada tahun 1911.

Klasifikasi kelapa sawit adalah sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Palmaceae
Sub keluarga : Cocoideae
Genus : Elaeis
Spesies : Elaeis guineensis Jacq


Varietas unggul kelapa sawit adalah varietas Dura sebagai induk betina dan Pisifera sebagai induk jantan. Hasil persilangan tersebut memiliki kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Varietas unggul hasil persilangan antara lain: Dura Deli Marihat (keturunan 434B x 34C; 425B x 435B; 34C x 43C), Dura Deli D. Sinumbah, Pabatu, Bah Jambi, Tinjowan, D. Ilir (keturunan 533 x 533; 544 x 571), Dura Dumpy Pabatu, Dura Deli G. Bayu dan G Malayu (berasal dari Kebun Seleksi G. Bayu dan G. Melayu), Pisifera D. Sinumbah dan Bah Jambi (berasal dari Yangambi), Pisifera Marihat (berasal dari Kamerun), Pisifera SP 540T (berasal dari Kongo dan ditanam di Sei Pancur). Beberapa ciri yang dapat digunakan untuk menandai kecambah yang dikategorikan baik dan layak untuk ditanam antara lain sebagai berikut:
  • Warna radikula kekuning-kuningan, sedangkan plumula keputih-putihan
  • Ukuran radikula lebih panjang daripada plumula
  • Pertumbuhan radikula dan plumula lurus dan berlawanan arah
  • Panjang maksimum radikula 5 cm, sedangkan plumula 3 cm.
Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. 
Minyak sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyak inti menjadi bahan baku minyak alkohol dan industri kosmetika. 

Buah diproses dengan membuat lunak bagian daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing. Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian bawah lumpur. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.

Produk minyak kelapa sawit sebagai bahan makanan mempunyai dua aspek kualitas. Aspek pertama berhubungan dengan kadar dan kualitas asam lemak, kelembaban dan kadar kotoran. Aspek kedua berhubungan dengan rasa, aroma dan kejernihan serta kemurnian produk. Kelapa sawit bermutu prima (SQ, Special Quality) mengandung asam lemak (FFA, Free Fatty Acid) tidak lebih dari 2 % pada saat pengapalan. Kualitas standar minyak kelapa sawit mengandung tidak lebih dari 5 % FFA. Setelah pengolahan, kelapa sawit bermutu akan menghasilkan rendemen minyak 22,1 % - 22,2 % (tertinggi) dan kadar asam lemak bebas 1,7 % - 2,1 % (terendah).

Ekologi Industri

Ekologi Industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua tujuan yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. 

Pada konsep ekologi industri, sistem industri dipandang bukan sebagai suatu sistem yang terisolasi dari sistem dan lingkungan disekelilingnya, melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam sistem ini dioptimalkan siklus material, dari mulai bahan mentah hingga menjadi bahan jadi, komponen, produksi dan pembuangan akhirFaktor-faktor yang dioptimalkan termasuk sumber daya, energi dan modal.

Konsep dalam Ekologi Industri mengadaptasi analogi ekosistem alam kedalam sistem industri. Tingkatan-tingkatan organisme dalam ekosistem saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Tingkatan organisasi dalam dunia industri adalah industri tunggal, industri kawasan, industri global dan ekosistem industri. Antara komunitas industri dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen, konsumen, dan dekomposer/pengurai.

Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem. Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan / material dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang saling menguntungkan / mutually benefial relationship) industri difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan.

Kelapa sawit sebagai tanaman penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Cerahnya prospek komoditi minyak kelapa sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Indonesia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Berkembangnya sub‐sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia tidak lepas dari adanya kebijakan pemerintah yang memberikan berbagai insentif, terutama kemudahan dalam hal perijinan dan bantuan subsidi investasi untuk pembangunan perkebunan rakyat dan dalam pembukaan wilayah baru untuk areal perkebunan besar swasta. Dengan jumlah perkebunan kelapa sawit yang sangat besar itu diperlukan suatu pengolahan yang besar pula agar mendapatkan hasil olahan yang maksimal.

Aplikasi Zero Emissions yang termasuk pada ekologi industry kelapa sawit berarti meningkatkan daya saing dan efisiensi karena semua sumber daya digunakan secara maksimal yaitu memproduksi lebih banyak dengan bahan baku yang lebih sedikit, oleh sebab itu zero emissions dapat dipandang sebagai suatu standar efisiensi. kegiatan kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit merupakan kegiatan yang sangat memungkinkan penerapan konsep zero emissions ini akan menyebabkan perubahan pola industri-alisasi menjadi :
  • Lebih peduli lingkungan (eko product) dengan mengefisiensikan penggunaan bahan baku dan memaksimalkan daya gunanya, secara otomatis, emisi gas, limbah padat dan cair kelingkungan akan berkurang. 
  • Terciptanya lapangan kerja baru : melalui proses siklus, limbah suatu proses menjadi input bagi proses lainnya dan sterusnya. Sehingga akan terjadi ekspansi dan diversifikasi industri, dimana dampaknya adalah munculnya kebutuhan tenaga dan terciptanya lapangan kerja baru.
Keuntungan perusahaan meningkat; pergeseran paradigm dari share – holders menjadi stake – holders mengakibatkan suatu produk akan dikonsumsi jika memenuhi norma yang dipakai oleh konsumen. Penerapan konsep zero emissions akan meningkatkan daya saing produk tersebut, karena konsumen hijau akan memilih memakai produk – produk ramah lingkungan.

Konsep zero emissions, yang hakekatnya sejalan dan merupakan kelanjutan pelaksanaan program produksi bersih yang merupakan bukti pengenjawantahan pembangunan berwawasan lingkungan. Produksi bersih adalah suatu strategi pengelolaan lingkungan ang bersifat preventif dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produksi dengan tujuan untuk mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan.

Produksi bersih diperlukan sebagai cara untuk mengharmonisasikan upaya perlindungan lingkungan dengan kegiatan pembangunan atau pertumbuhan ekonomi, karena penerapan produksi bersih dapat :
  1. Memberikan peluang keuntungan ekonomi, sebab didalam produksi bersih terdapat strategi pencegahan pencemaran pada subernya ( source reduction dan in process recycling) yaitu mencegah terbentuknya limbah secara dini, yang dapat mengurangi biaya investasi untuk pengolahan dan pembuangan limbah atau upaya perbaikan lingkungan. 
  2. Mencegah terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan melalui pengurangan limbah, daur ulang, pengolahan dan pembuangan yang aman. 
  3. Memelihara dan memperkuat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang melalui penerapan proses produksi dan penggunaan bahan baku dan energy yang lebih efisien ( koservasi sumber daya, bahan baku dan energy). 
  4. Mendukung prinsif “environmental equity” dalam rangkaa pembanguan yang bekelanjutan dimana kita harus menjaga/ memelihara lingkungan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. 
  5. Mencegah atau memperlambat terjadinya degradasi lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam melalui penerapan daur ulang limbah didalam proses, yang pada akhirnya menuju upaya konservasi sumber daya untuk mencapai tujuan pembangunan yang bekelanjutan. 
  6. Memelihara ekosistem lingkungan. 
  7. Memperkuat daya saing produk di pasar internasional.
Staregi produksi bersih mempunyai arti yang sangat luas karena didalamnya termasuk upaya pencegahan, pencemaran melalui pilihan jenis proses yang akrab lingkungan, minimasi limbah, analisis daur hidup, dan teknologi bersih. Dengan adanya perkembangan dan perubahan cara pandang dalam pengelolaan limbah, konsep produksi bersih menjadi pilihan kebijaksanaan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Untuk mengaplikasikan konsep produksi bersih, stategi pencegahan pencemaran perlu diprioritaskan dalam upaya mewujudkan industry berwawasan lingkungan, tetapi bukanlah merupakan satu – satunya strategi yang diterapkan. strategi lain seperti program daur ulang, pengolahan dan pembuangan limbah tetap diperlukan sehingga dapat saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Pembahasan
Pada bagan konsep ekologi industry dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. TBS (tandan buah segar) dari perkebunan dibawa ke pabrik untuk diolah. TBS mengalami proses perontokan buah dan menghasilkan TBK dan buah sawit. Selanjutnya TBK mengalami proses pengolahan didalam industry energy yang menghasilkan bioethanol dan biodiesel serta digunakan sebagai media tanam jamur agar mempunyai nilai ekonomis. Tentu saja dari pengelolaan tersebut TBK menghasilkan limbah yang masih dapat diolah menjadi pupuk dan dapat dipergunakan pada perkebunan sawit tersebut.
  2. Buah Sawit Mengalami proses pemerasan/penekanan sehingga menghasilkan CPO kotor lalu dilanjutkan dengan proses pembersihan untuk mendapatkan CPO bersihnya. Dari proses pembersihan inilah limbah cair didapatkan lalu diolah pada sistem pengolahan limbah. Dari proses pemerasan didapat 2 bentuk bagian buah kelapa sawit yaitu :
  • Biji sawit yang merupakan bagian dalam dari buah sawit. Pada biji sawit tersebut dilakukan pengolahan hidrosiklon yang berfungsi memisahkan cangkang dan inti dari buah sawit. Cangkang sawit yang sudah terpisah dari inti sawit dapat dijadikan bahan bakar boiler dari pabrik pengolahan sawit itu sendiri sehingga dapat menghemat biaya produksi, atau dapat juga dijadikan asap cair sebagai bahan pengawet alami bagi bahan pangan. Sedangkan palm kernel/Inti sawit dapat dijadikan PKO (Palm Kernel Oil) Sebagai Bahan baku atau campuran dari kosmetik, keperluan farmasi, lilin dan sbb, tentunya setelah melalui proses pengolahan didalam industry kimia dan PKM (Palm Kernel Milf) dapat dijadikan makanan ternak. Kotoran ternak itu sendiri dapat dijadikan biogas sebagai bahan bakar pada industry pangan dan sisa dari pembuatan biogas tersebut dapat dijadikan pupuk organic. 
  • Serat dari sawit adalah bagian luar dari buah sawit/penutup dari biji sawit. Serat sawit dapat juga dijadikan bahan bakar boiler dan dijadikan bahan pakan ternak, kotoran ternak menjadi biogas. Selanjutnya biogas digunakan sebagai bahan bakar pada industry pangan.
Pada akhirnya melalui penerapan konsep produksi bersih maupun zero emissions diharapkan terjadi efisiensi dalam proses produksi yang senantiasa memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Dalam kondisi kerisis moneter seperti saat ini, sector agroindustri yang merupakan salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi dapat lebih berdaya saing dalam menghadapi era perdagangan bebas.

Kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit merupakan kegiatan yang sangat memungkinkan untuk menerapkan konsep zero emissions, karena hampir semua limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali. Oleh karena itu pemerintah dewasa ini sangat memperhitungkan dan memperioritaskan penerapan produksi bersih pada komoditi kelapa sawit. Karena dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat dunia tentang pelestarian lingkungan hidup serta adanya persaingan pada pasar global, maka mutu produk tidak hanya dilihat dari aspek fisik dan kimia saja, tetapi juga aspek lingkungannya. 
Eco products akan menjadi parameter baru pada mutu produk dimasa depan. Pada prinsipnya persyaratan untuk mendapatkan eco products adalah proses proses produksi yang menerapkan:
  • Minimalisasi limbah
  • Pemanfaatan kembali / ecycle nutrisi
  • Penggunaan energy terbarukan ( biomassa)
Dengan menerapkan konsep ekologi industry di atas diharapkan dapat mengurangi tumpukan limbah dari proses pengolahan kelapa sawit, juga dapat menghemat biaya produksi dan bahkan dapat menambah pemasukan dengan menjual juga produk turunan dari limbah kelapa sawit.

SEMOGA BERMANFAAT !!!!!


32 komentar:

  1. Makasih buat infonya dan sukses

    BalasHapus
  2. dibeberapa website dan dapdibeberapa website dan dapat tipsnya at tipsnya

    BalasHapus
  3. saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    BalasHapus
  4. Tulisan yang sangat membantu

    BalasHapus
  5. tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    BalasHapus
  6. paling senang dengan semua pengetahuan ini jadi ingin mencobanya

    BalasHapus
  7. saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

    BalasHapus
  8. Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    BalasHapus
  9. sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    BalasHapus
  10. Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

    BalasHapus
  11. sangat Innovatif dan banyak Tipsnya. jadi ingin coba

    BalasHapus
  12. tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba

    BalasHapus
  13. Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

    BalasHapus
  14. Pesan yang bermutu. salam sukses

    BalasHapus
  15. Artikel yang sangat berguna,terutama Tipsnya sangat membangun. boleh dicoba.

    BalasHapus
  16. Info yang bermanfaat. wajib dicoba. salam sukses selalu.

    BalasHapus
  17. menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil

    BalasHapus
  18. Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu

    BalasHapus
  19. jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

    BalasHapus
  20. boleh dicoba tipsnya dan triknya

    BalasHapus
  21. Tips dan Artikelnya, harus dicoba.Semoga berhasil

    BalasHapus
  22. Info Amazing, boleh dicoba. Sukses selalu

    BalasHapus
  23. Tipsnya sangat Infomatif saya akan mencoba

    BalasHapus
  24. tipsnya sangat bermanfaat.sukses selalu

    BalasHapus
  25. terimakasih atas beritanya pa..
    beritanya membantu

    BalasHapus
  26. iya benar juga. Terimakasih beritanya dan sudah saya simak sangat baik artikelnya

    BalasHapus
  27. sangat kreatif dan inovatif saya juga termotifasi akan hal ini menjadi sesuatu pencerahan baru

    BalasHapus
  28. kak, bagaimana ya menggemukan badan.. kurus ni . he
    makasih

    BalasHapus

Silahkan menggunakan kotak komentar ini untuk menyampaikan kritik dan saran ataupun pertanyaan anda mengenai tulisan saya.

Komentar yang Saya indikasi dapat menjurus kepada penghinaan, porno, agama, ras dan antargolongan (sara). Akan saya hapus.

Copy Paste Tulisan Saya ini di izinkan dengan syarat menyertakan link aktif ke Sumbernya.

Menghargai Hasil Pemikiran Seseorang Menyatakan Anda Sebagai Manusia Yang Memiliki Derajat Tinggi.