Minggu, 17 Agustus 2014

Kisahku "Jadi Untung Memanfaatkan Android"

Salam sejahtera untuk sobat sekalian.
Kali ini saya mau share pengalaman yang bisa dibilang cukup menguntungkan.

Mau tahu kisahnya ? silahkan lanjut membaca. Tapi sebelumnya saya curhat dulu yeeee,,,,,

Seperti sobat sekalian tahu bahwa saya adalah salah satu karyawan disebuah perusahaan swasta, yang kebetulan diposisi pekerjaan itu mengharuskan saya untuk berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan klien. Mau tidak mau saya harus mengikuti sistem kerja mereka (klien), yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan informasi, bahkan pertemuan yang mendadak (terlalu sering, hehee) harus siap saya lakukan dalam 24 jam. Lelah rasanya,,, tapi mau gimana lagi ???

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengganti handphone kesayangan saya nokia jadul (tapi handal loh) dengan jenis hp canggih Sony xp yang ber OS Android, biasa dijuluki smartphone. Kenapa ini saya lakukan ?
Karena mereka (klien) lebih senang menggunakan BBM sebagai media bertukar informasi dibandingkan call/sms, yaaa mau tidak mau ngikut dari pada sangkut (ketinggalan info). Heheheee,,,,

Singkat cerita setelah menggunakan android ini beberapa lama saya merasa sangat terbantu, yang awalnya saya harus menenteng laptop dan modem "kemana-kemana" dalam tas, sekarang dapat saya bawa hanya dalam saku (Hp Android).

Pasti pertanyaan dalam benak sobat,,, "Hanya itu ???"
Jawabannya juga pasti,,, "Clo itu saya sudah tahu"
heheeee,,,,

Bukan hanya itu sobat, pertemuan mendadak yang harus on time lah kendala saya selama ini.
Di saat lagi asik menikmati empuknya kasur, tiba-tiba hp berdering dan suara yang keluar mengatakan "saya harus berangkat besok ke luar kota lagi melakukan pertemuan dengan klien". Saya hanya bisa menjawab "OK", untuk menunjukkan keprofesionalan saya kepada atasan.

Tapi setelah itu saya selalu sibuk kalangkabut menghubungi bagian transport kantor yang pasti lagi tidur juga, heheee. Untuk melakukan pemesanan tiket. Terkadang saya harus melakukan sendiri, memesan tiket online ke maskapai yang akan saya gunakan. Yang susahnya itu cara bayarnya loh, ribet sekali kita harus keluar melakukan pembayaran melalui atm gak efisien.

Karena gak semua maskapai bisa menerima transfer melalui sms banking, ataupun setor tunai. Saya hanya punya rekening di bank Mandiri, maklum tempat saya tinggal adalah kabupaten yang baru berkembang jadi bank yang ada hanya 3 : BPD, BRI dan Mandiri.

Setelah beberapa lama menghadapi situasi seperti itu, akhirnya pada pemesanan tiket selanjutnya untuk keperluan berbeda tanpa disengaja saya menemukan sebuah website yang menawarkan menjadi member agen tiket pesawat tanpa deposit modal, tapi diharuskan bayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000,-

Pikir saya, ini pasti hanya sebuah penipuan karena setahu saya untuk menjadi agen penjual tiket pesawat member diwajibkan membayar biaya pendaftaran minimal Rp. 2.500.000,- dan yang paling meragukan saya kok di website tersebut tidak ada form untuk pengisian data jika mau membeli tiket pesawat memang ada kontak YM nya tapi saya tetap tidak yakin. Akhirnya saya tinggalkan web tersebut. Setelah keliling-keliling berselancar dengan mas google, saya malah jadi penasaran karena keingintahuan yang besar saya kembali ke website tersebut.

Saya coba chat CS yang sedang online, saya tanyakan dimana letak form isian pemesanan tiket. lalu jawaban yang muncul adalah saya harus mendaftar jadi member dulu karena form pemesanan tiket berada di dalam member area. Ya saya coba saja daftar, isi ini dan isi itu sesuai intruksi yang ada, lalu saya coba log in dengan username dan password yang telah saya buat tadi, ternyata berhasil. Tetapi saya masih belum bisa memesan tiket pesawat karena kondisi masih pasif member saya harus mentransfer Biaya Pendaftaran Rp. 150.000,- untuk menjadi aktif member. 

Dengan penuh keraguan saya coba saja transfer ke rekening yang tertera di halaman web itu melalui mobile banking mandiri (android) , dengan penuh rasa ragu sekaligus penasaran. Tapi saya coba menenangkan diri, dengan menganggap saya baru membeli pulsa senilai Rp. 150.000,-

Setelah transfer dinyatakan berhasil saya melakukan konfirmasi melalui sms sesuai instruksi yang ada pada web tersebut. Dengan menunggu kurang lebih selama 5 menit saya coba login kembali ternyata keanggotaan saya sudah aktif member. Alhasil saya bisa memesan tiket pesawat yang saya butuhkan, tetapi disaat itu pula kembali timbul keraguan harga-harga tiket yang ditampilkan kok murah dari harga di web resmi maskapai yang bersangkutan.

Selisih harga antara Rp. 50.000 - Rp. 150.000 belum lagi ada cashback yang ditawarkan. Saya jadi bertanya-tanya dalam hati pesan atau tidak. Kehilangan Rp. 150.000,- bisa saya maklumi jika ini adalah penipuan, tetapi kehilangan Rp. 700.000 (harga tiket) sama aja seperti kerampokan (istilah gak rela). Karena saya perlu memesan 3 tiket saya coba saja memesan 1 di web ini dan 2 di web resmi maskapai penerbangan walau berbeda harga. Saya selesaikan proses pemesanan dan pembayaran di web tersebut, akhirnya saya menerima kode booking dan E-Ticket di member area dan email. Yang menjadi pertanyaan besar bisa digunakan untuk check in atau tidak kode booking sama tiketnya di bandara nanti. Tapi tidak masalah pikir saya, karena tiket itu saya peruntukan untuk diri sendiri sedangkan rekan saya pasti bisa berangkat.

Saat tiba dibandara saya melakukan  check in, ternyata bisa akhirnya semua keraguan saya seketika itu juga menghilang.

Pada saat membutuhkan tiket pesawat saya tidak lagi memesan ditempat lain, hanya di website tersebut. Gak perlu keluar rumah lagi malam-malam, gak perlu ke travel, gak perlu khawatir terlambat pertemuan, yang pasti booking mudah dan murah, dll.

Uang pendaftaran senilai Rp. 150.000,- itu pun kembali, ditambah keuntungan sekitar Rp. 350.000. Waktu yang saya butuhkan hanya 4 hari, hotel pun bisa dibooking melalui website tersebut.

Saya pun mulai mempromosikan penjualan tiket tersebut dimulai dari tempat kerja, keluarga, tetangga, sobat dekat, hingga orang yang tak saya kenal sekalipun. Saya merasa memiliki Kios Travel sendiri dirumah yang menguntungkan.
Saya pun sempat terkejut karena melihat hasil yang saya dapat sekarang dari menjual tiket bahkan melebihi gaji pokok saya di perusahaan. Mungkin ini yang namanya REJEKI TAK TERDUGA yang dijanjikan oleh TUHAN YANG MAHA ESA.

Mungkin sobat pada bertanya-tanya mana screenshoot bukti keuntungan yang saya dapat. Saya tidak perlu membuktikan apa-apa karena buktinya adalah saya sendiri dan sudah saya nikmati.
Perusahaan itu berada di Jawa Timur sedangkan saya di Kalimantan, terpisah pulau. Saya tidak pernah ketemu dengan pemiliknya dasar kerjasama saya adalah KEPERCAYAAN dan bertahan sampai sekarang.

Saya bukan mau mempromosikan web tersebut, intinya karena hasil yang saya dapatkan cukup lumayan ("untuk membeli garam teman makan nasi" heheee...) saya ingin mengajak sobat sekalian mulai membuka diri mengambil kesempatan menghasilkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga. Walaupun saya mendapatkan kesempatan ini secara tidak sengaja, tidak ada salahnya saya menginformasikan kepada anda sobat sekalian.

Aplikasi yang saya butuhkan di android untuk menjalankan usaha sampingan ini hanya terdiri dari :
.
(untuk melakukan booking tiket dan konfirmasi pembayaran)
Mobile Banking Mandiri + Rekening Mandiri
 (untuk melakukan pembayaran dan menerima bayaran)
 (untuk menerima kode booking dan E-Ticket)
Kalau sobat-sobat sekalian mau mudah memesan tiket pesawat dengan harga murah atau untuk dijual kembali agar mendapat untung seperti saya silahkan kunjungi web tersebut.


Agen Tiket Pesawat



  Itulah Kisahku "Jadi Untung Memanfaatkan Android"
 
 
 
 
 
SEMOGA BERMANFAAT !!!!!

Minggu, 10 November 2013

Bangga Pengalaman Saya Bermanfaat Bagi Sahabat

Belajar Gudang Ilmu
Learn For World
Bukan membanggakan diri tapi benar saya sangat bangga. Begini ceritanya, beberapa tahun lalu saya bertemu dengan seseorang yang bernama Iwan, Ia adalah teman dari kakak saya. Tahun pertama sejak pertemanan kami dimulai, kami sangat dekat karena sama-sama suka mengobrol.....wkwkwkkkk.

Walaupun perbedaan usia kami cukup jauh sekitar 13 tahun itu bukan penghalang bagi kami dalam berbagi cerita ataupun bergaul. Si Iwan memiliki keahlian dalam berbaur di masyarakat dengan usia berbeda-beda, membuatnya mudah akrab dan diterima.
Iwan Bekerja sebagai ahli instalasi kelistrikan untuk bangunan. Suatu hari ketika dia datang kerumah, saya tidak bisa menemani dia ngobrol seperti biasa karena saya masih sibuk menyelesaikan pekerjaan menservice beberapa laptop punya teman. Melihat saya masih sibuk dia diam seribu bahasa mungkin takut mengganggu pekerjaan saya. Jadi untuk mencairkan suasana saya mengatakan "cerita aja saya mendengarkan, tapi jangan ngomel clo saya nanti gak jawab,,,heee". Mendengar perkataan saya itu seperti dikasih lampu hijau, dia mulai cerita panjang lebar. Melihat saya tidak fokus dengan ceritanya dia mulai dengan pertanyaan kira-kira seperti ini percakapan kami :

Iwan : Dimana kamu belajar service komputer seperti ini ?
Saya : Belajar sendiri alias otodidak.
Iwan : Bagaimana caranya kamu belajar clo gak ada yang ngajari ?
Saya : Jadi gini dulu pertama kali saya punya laptop saya sering melakukan kesalahan yang tidak disengaja, bahkan komputer dalam posisi hibernate saja saya kira rusak, jadi kerjaan saya bolak-balik ke tukang service, maka sekali service gak mati bayar 50.000 (kala itu sebuah laptop adalah barang mewah). Karena merasa kerampokan (maklum modal tipis,,heheheee) akhirnya setiap saya pergi service selalu melakukan curi-curi pandang ke arah teknisi melihat tombol apa saja yang dipencet dan bagian mana saja yang dicek. Sepulang kerumah saya mulai utak-atik sendiri laptop, singkat kata dengan melihat, bertanya, mendengar dan mencoba. Itulah kunci sistem pembelajaran saya.
Iwan : bah ribet juga ya, Kapan kamu mulai buka service seperti ini ?
Saya : Clo didengar sih ribet tapi coba dijalani gak juga kok. Saya gak buka service, teman-teman aja yang ngantar kerumah minta bantu memperbaiki ini semua.
Iwan : Clo gitu dari mana mereka tahu kamu bisa service
Saya : Gak tau juga,,, awalnya laptop teman kost error kasian liat dia kebingungan tengah malam cari tukang service jadinya saya coba bantu. Nah dari situ, beberapa hari kemudian mulai datang yang lain, akhirnya kayak sekarang ini.
Iwan : Oh...

Awalnya Iwan tidak memiliki hobbi dibidang komputer, karena keseringan main game dilaptop saya dan melihat saya bergelut dengan barang tersebut akhirnya dia sedikit ada ketertarikan dengan ditandai banyaknya dia bertanya seputar komputer. Sayangnya walaupun dia banyak bertanya tidak pernah mempraktekkan sendiri sehingga dia tidak terlalu memahami teori yang saya sampaikan, jadi saya katakan coba kamu cari komputer bekas aja buat belajar dirumah.

Setelah beberapa hari akhirnya dia mengatakan sudah memiliki komputer (PC) sendiri dirumah, entah dari mana dapatnya. Walaupun sudah memiliki komputer sendiri dia masih sering kerumah buat bertanya. Beberapa bulan berlalu karena komputernya gak bisa dibawa kesana-kemari sehingga dia jarang kerumah karena keasyikan mengutak-atik komputernya sendiri walaupun begitu kami masih sering komunikasi via telpon.

Hingga akhirnya saya mulai bekerja diperusahaan saya sekarang ini dan sering keluar kota, sehingga hubungan persahabatan kami agak renggang (bukan musuhan loh,,,hanya jarang komunikasi lagi). Tak dirasa sudah hampir 4 tahun kami tidak bertemu, kebetulan minggu lalu saya ada tugas ke kota dimana Iwan tinggal karena sebagai teman dekat dulunya, saya memutuskan untuk menelpon dan berkunjung kerumahnya.

Sungguh saya terkejut melihat didalam rumahnya berjejer CPU yang tengah menunggu antrian untuk diperbaiki. Saya bertanya punya siapa ini, "ah punya orang". jawabnya.
Lalu dia mulai bercerita, setelah mengetahui sedikit demi sedikit tentang komputer dan termotivasi oleh pengalaman saya, keingintahuannya semakin besar sehingga dia berusaha belajar lebih dalam lagi.

Keahliannya sebagai penginstalasi listrik bangunan tersingkir oleh perkembangan peraturan dari PLN yang mewajibkan instalasi dan perbaikan hanya boleh dilakukan oleh teknisi PLN dan perusahaan yang ditunjuk oleh PLN. Sungguh miris mendengar cerita tersebut. Lanjut dia bercerita dengan berbekal bibit pengetahuan yang ditanam olehnya dan disiram dengan banyak bertanya akhirnya dia dapat melanjutkan hidup dengan penghasilan yang didapat dari memperbaiki komputer tetangga, temen dan orang lain. Saya sangat senang mendengar cerita kesuksesannya.

Sungguh gak saya sangka seseorang yang tidak mengetahui apa-apa dulunya, mulai dari nol sekarang bahkan lebih pintar dari saya. Tidak ada rasa iri ataupun merasa tersaingi, yang ada hanya rasa bangga pengalaman saya bermanfaat bagi sahabat .
Pesan yang dapat saya sampaikan dari cerita diatas adalah :
  • Pernahkah anda mendengar sebuah pepatah, "guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Banyak pengertian dari pepatah ini adalah "seorang pemimpin harus memberi contoh yang baik", sedangkan jika saya mengartikan bahwa "seorang murid dapat melakukan sesuatu hal yang lebih dari gurunya".
  • Tidak ada kata terlambat bagi kita semua untuk belajar, usia hanya seperti alarm yang memberitahu kita kapan waktunya berhenti untuk berkiprah didunia ini bukan sebagai patokan kita untuk berhenti belajar mengenai sesuatu.
  • Berbagi pengalaman dan pengetahuan adalah sebuah kesenangan dan kepuasan bagi saya apalagi jika itu bermanfaat bagi orang lain, jadi jangan disimpan tuh ilmu wajib dibagi-bagi.
Sampai disini semoga banyak bermunculan Iwan-Iwan lain yang mau belajar.






SEMOGA BERMANFAAT !!!!!